#Banjir Genangi rumah warga dan masjid di dusun Telentam kec. Tanah Sepenggal. Bungo. Rabu 13 mei 2026#
*Banjir Rendam Masjid dan Rumah Warga di Dusun Telentam, Tanah Sepenggal*
*BUNGO* – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bungo sejak siang hari menyebabkan banjir meluap di Dusun Telentam, Kecamatan Tanah Sepenggal. Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum, termasuk masjid, terendam air keruh setinggi lutut hingga pinggang pada Selasa, 13 Mei 2026.
Berdasarkan video yang diunggah akun oleh salah satu warga pukul 14.07 WIB, air cokelat keruh sudah menggenangi halaman dan bagian dalam masjid berkubah di dusun tersebut. Tampak air mencapai setinggi tiang masjid yang dicat hijau, sementara sandal dan barang warga berserakan di teras yang belum terendam.
“Air naik cepat sejak habis zuhur. Sekarang masjid pun sudah tidak bisa dipakai,” ujar salah satu warga dalam keterangan tersebut.
Banjir di Dusun Telentam bukan kejadian pertama. Lokasinya yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai membuat empat kampung ini langganan kebanjiran setiap intensitas hujan tinggi. Warga mengaku khawatir karena banjir kali ini datang lebih cepat dan merendam lebih dalam dari biasanya hingga ke dalam rumah warga.
Akibatnya, aktivitas warga lumpuh. Anak-anak tidak bisa sekolah, ibu-ibu sibuk menyelamatkan barang, dan akses jalan utama dusun tidqk bisa di lalui. Beberapa warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di dataran lebih tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penyaluran bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan.
“Kalau hujan turun lagi malam ini, kami takut air naik lebih tinggi. Mohon bantuan Pemkab Bungo untuk cek lokasi,” kata seorang warga.
Pemerintah Kabupaten Bungo sebelumnya telah mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
#BanjirBungo #DusunTelentam #TanahSepenggal #BungoBerduka
#Pungkas Roli# salah satu pemdus dusun Telentam.*#
Komentar
Posting Komentar