*PAGI YANG SIBUK DI BALIK MEJA KAYU*
Di balik meja kayu tua, perangkat desa Dusun Telentam berseragam khaki duduk fokus menatap layar laptop Acer. Pena terselip rapi di saku, logo Pemda Jambi nempel di lengan. Ini bukan kantor mewah ber-AC, tapi di sinilah urusan warga diselesaikan.
Di sampingnya, printer Epson lagi ngeluarin kertas. Selembar demi selembar. Mungkin surat keterangan domisili, mungkin laporan dana desa, atau undangan rapat RT. Tumpukan kertas di meja jadi bukti kerjaan gak pernah sepi.
Yang bikin suasana jadi "manusiawi" adalah piring gorengan di meja sebelah. Tempe, bakwan, pisang goreng. Cemilan wajib biar gak ngantuk ngetik data warga. Colokan listrik sampai numpuk, kabel berseliweran. Realita kantor desa: serba terbatas, tapi tetap jalan.
Dinding belakang dicat motif geometri 3D warna oranye-abu-hitam. Biar kantor kelihatan modern meski anggaran pas-pasan. Kursi kayu, tas loreng disampirin, tisu di atas laptop buat jaga-jaga kalau keringetan.
Inilah potret abdi negara di garda depan. Gajinya gak seberapa, ruangannya sederhana, tapi kalau dia gak masuk, surat-surat warga gak ada yang ngurus. Dari meja inilah KTP, KK, surat miskin, dan bantuan sosial diproses.
*SALUT BUAT PEMDUS TELENTAM YANG KERJA DI BALIK LAYAR LAPTOP INI* 🙏
Kita sering komplain ngurus surat lama. Tapi pernah lihat gini gak?
Meja kayu, laptop kentang, printer satu buat satu kantor. Dinding dicat sendiri biar gak kusam. Gorengan jadi teman lembur. Tapi beliau tetap fokus ngetik.
Ini perangkat desa/dusun Telentam kita. Yang bantuin urus surat numpang nikah, surat keterangan usaha, data bantuan. Yang sering disalahin kalau sistem error, padahal listrik aja kadang byar-pet.
Kadang kita lupa, pelayanan publik itu digerakin sama orang-orang kayak gini. Yang kerja ikhlas meski fasilitas minim.
Kalau hari ini urusanmu lancar di kantor desa, jangan lupa ucapin terima kasih ke bapak/ibunya ya.
#PemdusTelentamHebat#
*#PerangkatDesaHebat #PahlawanAdministrasi #KantorDesa #BungoMelayani*
Komentar
Posting Komentar