*PAGI YANG SIBUK DI BALIK MEJA KAYU*
Di balik meja kayu tua, perangkat desa Dusun Telentam berseragam khaki duduk fokus menatap layar laptop Acer. Pena terselip rapi di saku, logo Pemda Jambi nempel di lengan. Ini bukan kantor mewah ber-AC, tapi di sinilah urusan warga diselesaikan. Di sampingnya, printer Epson lagi ngeluarin kertas. Selembar demi selembar. Mungkin surat keterangan domisili, mungkin laporan dana desa, atau undangan rapat RT. Tumpukan kertas di meja jadi bukti kerjaan gak pernah sepi. Yang bikin suasana jadi "manusiawi" adalah piring gorengan di meja sebelah. Tempe, bakwan, pisang goreng. Cemilan wajib biar gak ngantuk ngetik data warga. Colokan listrik sampai numpuk, kabel berseliweran. Realita kantor desa: serba terbatas, tapi tetap jalan. Dinding belakang dicat motif geometri 3D warna oranye-abu-hitam. Biar kantor kelihatan modern meski anggaran pas-pasan. Kursi kayu, tas loreng disampirin, tisu di atas laptop buat jaga-jaga kalau keringetan. Inilah potret abdi negara di garda dep...